Senin, 06 Juni 2016

Ramadhan

Sebelum memasuki bulan sucimu
Suka duka selalu menghardik pikiran, hatiku, dan batinku
Ketetapan yang kutunggu ditetapkan
Menyeruh fikiranku penuh syukur
Menyeruh hatiku penuh haru kehadiranmu
Menyeruh batinku padamu yaa allah

Berkah dibulan ini
Hanya ridho yang kuharapkan
Semoga engkau selalu menjagaku
Dan mendapatkan ridhomu

Minggu, 08 Mei 2016

Penuntun Tuan

Penuntun tuan

Apalah daku ini tuan
Datang atas restu kaki melangkah
Melewati paku paku jalan hidup
Jika salah sedikit akan menginjak bom tertanam

Apalah daku ini tuan
Sebatang kara di kehidupan mendatang
Jejak yang mengantarku hilang
Hingga aku lupa jalan pulang kerumahku

Sadarkah tuan ini ?
Keluh hanya merundungku
Kesah hanya melumpuhkanku
Lalu apa lagi

Malam apapula ini
Kenapa langit tak nampakkan keindahannya
Bintang, bulan seakan tidak bersamanya lagi
Seakan hanya gelap malam ini.

Minggu, 03 April 2016

Belenggu Kebodohan

Belenggu Kebodohan

pernah hilang dari langkahmu
lalu kau kembali pada lupa
membalut rongga-rongga pikirmu
kembali mengepul sarafmu

jauh menjauh jarak tujumu
gontai langkah tak tahu
belum habis pikir
dimana arah itu ?

jalan membawamu pergi
bukan lagi diri yang membawamu
hidupmu tak lagi lurus
sampai kau kembali padanya



Bawakaraeng

Tjatatan kelima poeloeh tiga oleh Nevy Jamest
Bawakaraeng - Sang Perempuan {Tutur - Tutur Kepergian 16} - 1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. kecuali orang-orang yang beriman . . dan mengerjakan amal saleh . . dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran . . dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. ...................................................................... (QS. Al 'Ashr ) - entitas diri suatu kaum adalah ajaran jika suatu kaum kehilangan ajarannya jika suatu kaum mengabaikan ajarannya maka kaum itu akan kehilangan diri sejatinya dan adat suatu kaum adalah entitas diri kaum tersebut jika kaum tersebut memelihara adatnya maka kaum tersebut masih terpelihara - adat suatu kaum bukanlah kebiasaan suatu kaum melainkan kesadaran suatu kaum terhadap entitas dirinya dan adat tidak pula persis sama dengan budaya - adat adalah jembatan yang menghubungkan tauhid dan muamallah ................................................................................. - Nevy Jamest - - dibawah ini adalah ADAT TAU MANGKASARAK YANG MENJADI ATURAN BERKUNJUNG RI BULU’ BAWAKARAENG - BUTTATOAYYA
1. Kaniakkangi ri pamangeang ta (Niatkanlah dengan tulus tujuan yang hendak Engkau tuju)
2. Kalompoangi nyawa ta ri lampang lambusunu, paseroi bangkeng lambusu ri pappasaring ta (Besarkan hatimu ketika Engkau hendak pergi, langkahkan kakimu dengan keyakinanmu yang teguh)
3. Anngurangiki pannawa-nawa Ri Karaeng Lompo Allah Taala (Senantiasa selalu ingat dan bersandar kepada Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala )
4. Assikkirikki ri sikuntu pa’maikang ta na nu runtu ri passaringang ta ri karaeng Lompo Allah Taala (Berdzikirlah disetiap napasmu ) > Hendaklah Memuji dan Mengingat Ke-Agungan Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan segala tanda-tanda kebesarannya yang ada di muka bumi sebagaimana Engkau manusia yang memposisikan diri Selayaknya Seorang Khalifah dengan segala Firman Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala
5. Appuasaki ri pamangeang ta siagang ri pammoretang ta (Berpuasalah sebelum engkau hendak ke Gunung dan berpuasa pulalah setelah engkau pulang dari gunung)
6. Tanah > Anjo buttayya tampa assuju siagang pammentengang (Tanah adalah tempat bersujud dan berdiri )
7. Air > Je’ne bawakaraeng kabattuanna katallasang siagang pammentengang (Air Bawakaraeng sumber kehidupan dan keteguhan )
8. Api > Pepe ka sinampe ji rinrana (Api hanya sementara, berhati-hatilah padanya )
9. Udara > Anginng arunganna katallassang (Udara itu jalan napas )
10. Tangkasi kaleng ta/ batang tubu punna erokki antama ri pakkebbuka (Bersihkan diri sebelum memasuki pintu )
11. Pakkebbu mange ri Bawakaraeng nia 7, abbari sallangki ri sikuntu pakkebbu ni pantamakia (Pintu menuju puncak Bawakaraeng semuanya berjumlah 7, ucapkanlah salam setiap akan memasuki pintu )
12. Assambayang ki ri pakkebbu 1,3,5,6,7. (Laksanakanlah shalat di pintu 1, 3, 5, 6, dan 7 )
13. Jagai kaleng ta turu-turusi, lilanu siagang kasirikang. {Jagalah selalu diri (lidah dan kemaluan)}
14. Baineya natabaya garring tau baine ri pakkebbukaji sanggenna 5 (Bagi wanita yang berhalangan hanya boleh sampai di pintu 5 )
15. Pelaki haddasa’ caddi ta ri leko ka, batua iareka ri kayua na tena na battu ri buttayya’ (Buanglah hadazt kecilmu (kencing) pada daun, di atas batu atau pada kayu jangan langsung ke tanah )
16. Pelaki haddasa’ lompo ta ri kalibbonga nampa tambungi butta. (Buanglah hadazt besarmu di dalam lubang kemudian timbun kembali dengan tanah)
17. Jagai tu bainea, sitojengna kalompoang tau ri Tana Bawakaraeng ia mintu tu bainea (Jagalah perempuan karena sebenarnya di tanah Bawakaraeng sangat menghormati yang dikatakan Perempuan)
=
SELANJUTNYA DIKELOMPOKKAN MENJADI
A. Sebelum ke Gunung Bawakaraeng 1. Niatkanlah dengan hati bersih jika ingin ke Gunung Bawakaraeng 2. Kenali Gunung Bawakareang dari segala aspek 3. Berpuasa beberapa hari sebelum berangkat Gunung Bawakaraeng 4. Mandi bersih sebelum berangkat ke Bawakaraeng 5. Jadikanlah tempat yang engkau tuju sebagai rumahmu, dengan menjaga dan memberikan kebaikan
B. Selama berada di Gunung Bawakaraeng 1. Ucapkanlah salam ketika tiba di kaki Gunung sebelum mendaki ke Gunung Bawakaraeng 2. Berdoa sebelum memulai pendakian 3. Selalu mengingat Sang Pencipta dengan Segala Kebesaran-Nya 4. Selama pendakian setiap tarikan nafas dalam keadaan berdzikir agar tetap dalam keadaan terjaga 5. Jagalah ucapan/berbicara seperlunya dan mengucapkan hal-hal yang baik 6. Jagalah perempuan yang ikut dalam pendakian 7. Jika dalam keadaan terdesak / segaralah berdoa kepada Allah SWT.
C. Setelah meninggalkan Gunung Bawakaraeng 1. Mandi bersih setelah pulang dari gunung 2. Berpuasa setelah pulang dari gunung 3. Senantiasa memberikan kebaikan kepada Sesama makhluk ciptaan Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala 4. Pulang dengan membawa hati yang bersih dan membawa kebaikan dimanapun engkau berada dengan bersandar kepada Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala = = SEMOGA MEREKA YANG SELAMA INI SERTA HENDAK BERKUNJUNG KE BULU’ BAWAKARAENG TERGOLONG ORANG - ORANG YANG SESUNGGUHNYA SANGAT MENGHARGAI ADAT TAU MANGKASARAK - saba’ sanna nipakasiriki “Bulu’ Bawakaraeng - pocci’na butta mangkasarak” sanna ninipakasiriki tau toa mariolota, tau lambusu lebbaka attalasa ri butta labiritta. (KOLOKIUM GUNUNG BAWAKARAENG 26 MARET 2016) ....................................................... - Moncongloe Lappara, March 31’ 2016